Pengertian Abstrak
Pengertian Definisi Abstrak - pengertian kata abstrak
membuat kita sering mengingat suatu hal yang tidak jelas. Bisa bentuknya,
warnanya, keberadaannya, atau mungkin malah ceritanya. Namun sesungguhnya, kata
abstrak itu sendiri bisa menjadi berbeda artinya apabila kita menggunakannya
dalam beberapa bidang yang berbeda.
Berikut kita akan membahas pengertian dari kata abstrak ke
dalam bidang-bidang yang berbeda sehingga berlainan pula artinya.
Kata Abstrak dalam
Perbendaan
Di dalam mengartikan kata abstrak yang berkorelasi dengan
benda, maka akan kita dapatkan sebuah definisi bahwa pengertian abstrak
merupakan benda kasat mata yang bentuknya tidak jelas sehingga sulit untuk
didefinisikan. Katakanlah kita sedang membahas tentang meja, maka yang akan
kita pikirkan mungkin berbeda-beda. Ada yang memikirkan meja berbentuk persegi,
berbentuk bulat, segitiga, atau berwarna hitam, putih, dan bening. Namun
sesungguhnya, meja merupakan benda yang dapat didefinisikan.
Abstrak itu bukan nyata sehingga dalam bidang kesenian, kata
seni abstrak sering diartikan sebagai sebuah seni yang tak ada wujudnya di alam
nyata. Katakanlah ketika ada sebuah drama yang menceritakan tentang seorang tokoh
berupa manusia bertubuh katak, maka tokoh ini disebut dengan tokoh abstrak.
Karena wujud nyatanya tidak ada di dunia ini.
Pengertian Kutipan
Kutipan adalah sebuah kata yang mungkin semua orang belum
mengetahui maksudnya apa. Disini akan mengulas sedikit mengenai kutipan.
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber
informasi. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa
diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dll.
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan
adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan
tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks
aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai
salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip
sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian
juga kalau kita menyesuaikan ejaan, memberi huruf kapital, garis bawah, atau
huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, misal [ huruf miring dari
pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat
huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf
siku [ …].
b. Kutipan tidak lansung
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari
pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks
yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.
Pengertian Daftar Pustaka
Daftar Pustaka adalah sebuah daftar yang mencantumkan
spesifikasi sebuah buku yang meliputi judul buku, nama pengarang buku, penerbit
buku tersebut dan informasi lain yang terkait. Daftar pustaka biasanya
ditempatkan pada halaman akhir sebuah buku, disusun secara teratur dan
berurutan berdasarkan abjad.
Sedangkan fungsi Daftar Pustaka salah satunya untuk
memberikan referensi bagi pembaca buku tersebut untuk melakukan kajian ulang
atau lanjutan sehubungan dengan tema buku. Juga sebagai bentuk penghargaan atau
apresiasi terhadap penulis buku dalam Daftar Pustaka atas karyanya yang sudah
mempunyai peranan dalam penulisan buku atau karya tulis. Penyusunan Daftar
Pustaka seharusnya mengedepankan asas kemudahan dalam pemakaian Daftar Pustaka.
Contoh Daftar Pustaka Makalah Dan Skripsi, sebagai judul
share saya kali ini untuk menambah ilmu bagi yang belum tahu dan tidak ada
salahnya untuk yang sudah tahu bisa dikorensi. Tentunya dalam karya ilmiah kita
harus mencantumkan Daftar pustaka sebagai literatur yang sudah kita gunakan.
Dibawah ini beberapa Contoh Daftar Pustaka Makalah Dan Skripsi yang dapat
dijadikan perbandingan dalam menulis daftar pustaka tentunya banyak sekali
contoh yang sudah ada dalam buku-buku maupun karya ilmiah lainnya.
Contoh:
Biale, David, ed. Cultures of the Jews: A New History. New
York: Schocken, 2002.
Bowker, Michael. Fatal Deception: The Untold Story of
Asbestos: Why It Is Still Legal and Still Killing Us. N.p.: Rodale, 2003.
Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah.
Jakarta: Dikti.
Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta
: Depdiknas.
Depdiknas. (2004). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.